TSABITHA Day Care Berbasis Fitrah

TSABITHA Day Care… memakai Fitrah Based Education. Yang di cetuskan oleh ust. Harry Santosa.

🌱Fitrah anak >> suka bergerak >> suka bermain, bener gak?
Tapi seringkali orangtua meminta anaknya untuk cicing (Bahasa Sunda >> diam).

🌱Fitrah bayi >> bangun shubuh bahkan dini hari, bener gak?
Tapi kebanyakan orangtua bilang ke anaknya “tidur lagi aja… masih malem/gelap…”

🌱Fitrah anak >> suka berbicara, nanya ini itu “Itu apa?” “Ini apa?” belum selesai dijawab nanya yang lain lagi, bener gak?
Tapi banyak orangtua zaman now lebih asyik dengan gadget-nya atau mereka membawa pekerjaan kantor ke rumah sehingga tidak sempat menjawab apalagi ngajak ngobrol anaknya.

Sesungguhnya Allah sudah meng-install berbagai hal ke diri kita, sejak lahir!
Contoh:
Kebersihan. Bayi akan otomatis menangis ketika poop atau pipis.
Tapi seringkali fitrah itu tidak diikuti dengan tindakan yang tepat.
Penyimpangan fitrah contohnya: penggunaan pampers yang bahkan lebih dari batas waktu toleransi. Awalnya mungkin anak merasa risih, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. Salah siapa? Ini padahal efek jangka panjangnya bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kanker.

Orangtua itu penting, makanya Allah ciptakan pernikahan.
Jangan serahkan sepenuhnya pada lembaga/sekolah.
Lembaga/sekolah itu fungsinya untuk ta’lim atau pengajaran.

🌱Jadi, apa tempat yang paling tepat untuk menumbuhkan fitrah anak?
RUMAH!
Rumah adalah tempat untuk menumbuhkan gairah belajar.
Rumah adalah tempat untuk menumbuhkan fitrah-fitrah anak.

Coba tanyakan pada diri sendiri!
“Mana yang lebih penting antara bisa membaca atau suka membaca?”
Jawabannya pasti suka membaca. Karena dengan suka membaca maka anak akan dengan sendirinya bisa membaca, suka buku, dekat dengan dunia literasi.

Jangan menjadi orangtua yang lebay!
Kalo lebay nanti anak bisa bosan/menolak fitrahnya.
Ust. Harry cerita tentang ada anak yang diajarkan Al-Quran dengan metode yang “aneh”. Anak tersebut dipaksa harus berada di dalam suatu ruangan, gak boleh gerak, hanya diam mendengarkan Al-Qur’an. Akhirnya dia mengalami trauma psikologis, setiap didengarkan Al-Qur’an dia mengerang kesakitan. Astaghfirullaah…kasihan…

Cerita lainnya ada anak yang setiap mau mengerjakan worksheet, dia akan muntah-muntah. Penyebabnya ternyata sejak kelas 1 dia dipaksa dan mendapat nilai yang buruk.
Apa pelajaran yang dapat diambil dari 2 cerita tersebut?
Setiap keterampilan itu ada masanya, sesuai perkembangan anak. Anehnya banyak orangtua yang bangga anaknya masuk SD di bawah batas usia ketentuan. Padahal anaknya belum siap.

Allah perintahkan sholat untuk anak usia 7 tahun.
Kenapa?
Karena di bawah 7 tahun adalah pusat imajinasi dan kreativitas.

🌸
“Tugas orangtua adalah membuat anak terpesona dengan kebaikan, suka pada kebenaran.”
🌸

🌱Yakinlah bahwa setiap anak memiliki peran istimewa di masa depannya.
Apapun sifatnya harus disyukuri, lihat dari sisi cerahnya, bukan sisi “gelap”nya.

Misalnya:
Anak baperan >>> empati tinggi, orang-orang yang bekerja dengan hati: perawat, volunteer, pekerja sosial dan kemanusiaan, tim penanggulangan bencana.
Anak cerewet >>> presenter, contohnya mamah Dedeh, pasti masa kecilnya cerewet banget dan didukung sama orangtuanya.
Anak sensitif/suka disebut “cengeng” >>> penulis tema romantis, contohnya Kang Abik terlihat kan dari tulisan karya novelnya yang menyentuh banget dan gak jarang bikin berkaca-kaca terus mewek… Gak mungkin kalo penulisnya gak “cengeng”.
Anak keras kepala >>> pemimpin, contohnya Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), coba baca sejarah beliau, saat masih kecil sudah terlihat sifat keras kepalanya.
Anak curigaan = waspada, teliti >>> penyidik, auditor. Coba bayangkan kalo tim penyidik/auditor gak curigaan, setuju-setuju aja, wah bisa repot nanti gak bener hasil pemeriksaannya.

Jangan menyebut anak dengan sebutan “nakal”.
Kenapa?
“Kenakalan itu disebabkan potensi yang belum nampak atau anak bingung mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.”
Apa solusinya?
Pejamkan mata, kemudian ingat kebaikan-kebaikan anak.

Umar bin Khatthab pernah berpesan:
“Jika kalian melihat anakmu atau anak didikmu berbuat baik, maka pujilah dan catatlah. Dan apabila anakmu atau anak didikmu berbuat buruk, tegurlah dan jangan pernah engkau mencatatnya.”

Perhatikan QS. Luqman!
Beliau bukan Nabi apalagi Rasul tapi dialog-dialog dengan anaknya diabadikan di dalam Al-Qur’an.
Berarti kalo kita mau mendidik anak dengan keren di mata Allah, maka ayat-ayat tersebut harus kita pelajari.

🌸
Apapun sifat anak-anak kita: syukuri, jangan lebay, apalagi alay!
🌸

“Jangan pernah khawatir dengan peran sekecil apapun, kalo dikerjakan dengan sepenuh jiwa bisa dahsyat efeknya.”
Contoh:
Cleaning service >> perusahaan besar di Swiss.
Waste management >> perusahaan besar di China.

-Adab dan Fitrah-
Merupakan tanggung jawab orangtua, bukan tanggung jawab sekolah.
Yang ditanya di akhirat nanti adalah orangtua, bukan sekolah.

Istilah remaja tidak ada di dalam Islam, istilah ini muncul di abad 20.
Islam hanya mengenal fase: pra-aqil baligh dan aqil baligh.

Sibuklah memandirikan anak daripada sibuk mencari uang untuk mereka (hingga tidak sempat berinteraksi dengan anak) >> saat anak usia 0-15 tahun.
Fokuslah pada pendidikan anak di usia 0-15 tahun, karena itu merupakan tanggung jawab orangtua.

✏✏✏
Banyak masalah yang terjadi pada keluarga zaman now, apa penyebabnya?

  1. Kurang merenung
  2. Fitrah yang tidak tumbuh

📌Orangtua zaman sekarang jarang merenung
Kebanyakan mereka ikut-ikutan arus, misalnya: sekolah Islam Terpadu (IT), sekolah alam, sekolah kuttab Al-Fatih.
Bukan artinya sekolah-sekolah tersebut tidak baik, hanya saja ketika memiih sekolah untuk anak harus sesuai dengan misi keluarga.
Jadi yang jadi pertanyaan adalah setiap keluarga sudah punya misi masing-masing belum? Misi yang unik!
Membua misi pendidikan keluarga merupakan peran ayah.
Ayah harus menemukan gen keluarganya!
Jangan ikut-ikutan jadi gen halilintar semua…

Kisah Inspiratif
Kisah Pak Habibie >> misi keluarganya: membangun Indonesia dengan dirgantara (sejak kecil hingga kini, beliau konsisten dan fokus pada mimpi tersebut) Pak Habibie sangat dekat dengan istrinya, Ibu Ainun (Yang udah baca buku-buku beliau pasti tahu betapa dalam dan tulus cinta mereka berdua). Bu Ainun lah yang menurunkan misi keluarga menjadi kurikulum keluarga, hingga kedua anaknya juga menempuh jalan yang sama.
Kisah Keluarga Gen Halilintar >> misi keluarganya: menjadi keluarga pengusaha.

Contoh istri yang mendukung penuh suami:
Siti Hajar >> Ibrahim a.s. Rela ditinggalkan di gurun karena Allah.
Khadijah >> Muhammad SAW. Rela menyerahkan harta untuk dakwah, wanita yang sangat kuat sekaligus lembut.
Itulah definisi Ibu Profesional dari sudut pandang Islam.

“Suami-istri yang sibuk dengan hal-hal besar maka akan fokus pada hal-hal besar tersebut.“
Setiap keluarga harus memiliki family mission.
Islam mengajak kita untuk berpikir besar.

📌Fitrah yang tidak tumbuh
Fitrah: Ibu-ibu >> multi-tasking; bapak-bapak >> single tasking.
Fitrah wanita >> minta dipahami, suka berbicara. Bener gak?

Perbedaan antara laki-laki dengan wanita ketika berbicara:
Wanita >> implisit
Pria >> eksplisit

Kalo anak laki-laki tidak dekat dengan ibunya nanti ketika dia dewasa, jadi susah memahami perempuan, efeknya? Playboy (karena butuh pengakuan).
Kalo anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya nanti ketika dia dewasa akan mencari-cari sosok pengganti peran ayah, efeknya? Pacaran (karena mencari kasih sayang sosok laki-laki), lesbian, suka sama yang tomboy.

Anak laki-laki membutuhkan peran ayah 75% dan peran ibu 25%.
Anak perempuan membutuhkan peran ibu 75% dan peran ayah 25%.

Perah ayah = menumbuhkan ego = sang raja tega.
Peran ibu = menumbuhkan kelembutan = sang pembasuh luka.
🌱Jalankan peran masing-masing, agar anak tumbuh sesuai fitrahnya!

Kalo fitrah belajar tidak tumbuh, maka akibatnya = salah jurusan, salah karir.
Kalo fitrah iman tidak tumbuh, maka akibatnya = beragama, tapi tidak berakidah.
Kalo fitrah seksualitas tidak tumbuh, maka akibatnya = LGBT.
Jadi ketika fitrah tidak tumbuh dengan baik >> masalah akan semakin besar.
✏✏✏

“Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya“
-Perkataan Gurunya Imam Syafi’i-

Ilmu akan menjadi energi yang menggerakkan organ tubuh berbuat kebaikan.
Ia akan berpendar dalam ruang gelap.
Ilmu itu untuk menjadikan kita human being, bukan sekedar human thinking dan human doing.

GENERASI MILENIALS
Mereka belajarnya hebat, pencapaian akademiknya bagus, tapi sayang fitrah iman dan psikologisnya kurang.
Balighnya cepat (biologis) tapi tidak dibarengi dengan aqil (psikologis).

Akar Permasalahan Remaja
Puber >> 11-12 tahun
Mulai aqil baligh >> 15 tahun
Matang aqil baligh >> 20-25 tahun
Ada kesenjangan yang sangat besar antara kedewasaan biologis (baligh) pada usia 11-12 tahun dengan kedewasaan psikologis dan sosial (aqil) pada usia 20-25 tahun.

Ada sesuatu yang hilang di generasi sekarang.
Apa yang hilang?
Generasi yang hebat ketika di masa kecil, tapi hancur ketika masa aqil baligh-nya.
Mereka mengenal kebaikan tidak dari hati. Banyak fitrah yang tidak tumbuh.

“Kitalah orangtua versi terbaik untuk anak-anak kita.”
Allah akan memampukan orang-orang yang terpanggil.
Sambutlah panggilan itu!

Banyak contoh pemuda hebat di Islamic Golden Age (Masa Keemasan Islam)
Siapa sajakah mereka?
Usama bin Zaid. Di usianya yang 15 tahun menadi panglima perang yang memimpin 10.000 pasukan.
Imam Syafi’i. Usia 11 tahun menjadi mahasiswa, usia 14 tahun menjadi dosen.
Muhammad Al-Fatih.
Al-Khawarizmi.
Imam Ghazali.
🌸
Ada seorang ibu yang mendidik 5 anaknya sendiri karena menganggap anak itu ibarat “berlian”.
Hanya orang “gila” yang menitipkan berlian pada orang lain.
🌸
“Jika Allah menitipkan 10 anak kepadamu maka Allah juga menginstall ilmu parenting sejumlah anak tersebut.”
Jadi jangan khawatir berlebihan, minta tolonglah sama Allah…

Pernikahan bukanlah sebuah kebetulan >> sudah Allah rencanakan.
Di balik pernikahan tersebut pasti ada tugas yang Allah titipkan pada kita.
Tugas umum setiap manusia = beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah di bumi-Nya.
Tapi ada juga tugas spesifik, setiap kita punya tugas masing-masing, tugas sebagai indivudu dan bagian dari keluarga.
Temukan the mission of life!

🌸
Di 1/3 malam >> tahajud.
Di 1/3 Ramadhan >> lailatul qadr.
Di 1/3 kehidupan Rasulullan >> Islam tegak!
Maka di 1/3 hidup muslim >> hidup semakin terpacu untuk produktif.
Semakin menjelang akhir kehidupan, grafiknya semakin eksponensial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *